Minggu, 15 Maret 2009

Bimikro Tambak & Aplikasinya

Bio MIKRO TAMBAK , dapat meningkatkan kualitas air dan lingkungan tambak, meningkatkan hasil tambak dan kelestarian lingkungan terjaga. Tujuan bio MIKRO TAMBAK Dalam budidaya perikanan darat (tambak air payau dan kolam air tawar), banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas hasilnya, diantaranya : benih, pakan, dan lingkungannya (kualitas air). Dari ketiga faktor tersebut, lingkungan (kualitas air) menjadi permasalahan yang paling utama, karena banyak aspek yang mempengaruhi dan dipengaruhi. Buruknya kualitas air akan menyebabkan tingginya mortalitas (kematian) ikan/udang dan produktifitas yang rendah. Kualitas air yang buruk disebabkan oleh pencemaran pupuk dari lahan-lahan pertanian, polusi bahan kimia dari limbah industri dan rumah tangga, penggunaan pestisida berlebihan dari lahan-lahan pertanian yang terbawa dalam aliran air, pemberian pakan yang berlebihan sehingga menumpuk di dasar tambak/kolam, serta kotoran dari komoditi yang dibudidayakan (ikan, udang dsb). Tingkat pencemaran yang tinggi tersebut saat ini telah melebihi kemampuan normal populasi bakteri alam, untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Penumpukan limbah memicu pertumbuhan populasi algae secara berlebih, yang selanjutnya akan menyebabkan kadar oksigen menjadi terbatas, timbulnya penyakit dan pertumbuhan yang terhambat, serta tingkat mortalitas (kematian) yang tinggi dan kadar polutan pada produk akan tinggi. Dengan bio MIKRO TAMBAK, permasalahan ini dapat diatasi dengan optimal. bio MIKRO TAMBAK mengandung bakteri nitifiers, yaitu nitrosomonas yang akan mengoksidasi amoniak menjadi nitrit (NO2) dan nitrobacter yang akan mendegradasi nitrit menjadi nitrat (NO3) dalam keadaan aerob atau menjadi gas Nitrogen (N2) dalam keadaan anaerob. Dalam reaksi perombakan amoniak menjadi nitrit kemudian menjadi nitrat atau gas nitrogen, dibutuhkan Oksigen dalam jumlah yang cukup. Hal ini tidak menjadi masalah, karena dengan komposisi lengkap dari bio MIKRO TAMBAK, keseimbangan seluruh proses dalam siklus biologis di tambak/kolam dapat tercapai. Kebutuhan oksigen dapat dipenuhi dengan hasil fotosintesis fitoplankton dalam jumlah yang cukup. Manfaat bio MIKRO TAMBAK Fitoplankton dalam budidaya udang/ikan tambak atau kolam berperan sebagai penyedia O2 dan menyerap CO2 melalui aktivitas fotosintetisnya, disamping sebagai sumber makanan alami udang/ikan. Permasalahan yang sering timbul dalam budidaya udang/ikan di Indonesia adalah minimnya populasi fitoplankton akibat kurang tersedianya unsur-unsur yang dibutuhkan. Untuk pertumbuhannya, Fitoplankton membutuhkan berbagai nutrisi dari unsur-unsur makro (NPK) dan mikro, yang biasanya disediakan dari pemupukan. Namun dengan rendahnya kandungan biologis (bakteri) dalam air, menyebabkan pemberian pupuk tidak optimal, karena unsur-unsur yang dibutuhkan oleh fitoplankton banyak yang terfiksasi oleh asam-asam organik. bio MIKRO TAMBAK, yang didisain khusus, mampu menjawab permasalahan ini yaitu ketersediaan unsur-unsur makro dan mikro bagi per-tumbuhan fitoplankton, sehingga pertumbuhan fitoplankton menjadi lebih tinggi. bio MIKRO TAMBAK yang mengandung bacillus sp dan Pseudomonas, mampu menyediakan unsur pospat yang biasanya terfiksasi oleh asam-asam organik menjadi tersedia bagi fitoplankton. Disamping itu dengan adanya bakteri pseudomonas, penyediaan pospat dari penguraian bahan-bahan organik yang banyak terkandung dalam air tambak menjadi lebih optimal. Dalam hal penyediaan unsur nitrogen, bio MIKRO TAMBAK dilengkapi pula dengan Nitrogen Fixing Bacteria dan Azotobacter. Untuk mengoptimalkan penyediaan unsur-unsur lain yang dibutuhkan oleh fitoplankton, bio MIKRO TAMBAK juga dilengkapi dengan Selulotic bacteria yang berfungsi sebagai pengurai bahan-bahan organik berselulose menjadi unsur-unsur mikro dan makro. bio MIKRO TAMBAK mengandung Lactobacillus, Pseudomonas, dan bakteri-bakteri pengurai seperti Selulotic bacteria, yang mampu mendekomposisi bahan organik dengan cepat sehingga dapat menekan pertumbuhan bakteri heterotrof, disamping hasil dekomposisinya akan menyediakan unsur-unsur bagi fitoplankton. bio MIKRO TAMBAK mengandung bakteri nitifiers, yaitu nitrosomonas yang akan mengoksidasi amoniak menjadi nitrit (NO2) dan nitrobacter yang akan mendegradasi nitrit menjadi nitrat (NO3) dalam keadaan aerob atau menjadi gas Nitrogen (N2) dalam keadaan anaerob. Dengan komposisi lengkap dari bio MIKRO TAMBAK, maka keseimbangan seluruh proses dalam siklus biologis di tambak/kolam dapat tercapai. Kebutuhan oksigen dapat dipenuhi dengan hasil fotosintesis fitoplankton dalam jumlah yang cukup. Penggunaan bio MIKRO TAMBAK  1. bio MIKRO TAMBAK  diberikan pada tahap awal dengan dosis 3L (3 botol)/ha setelah dilakukan penaburan pupuk dasar pada saat pengelohan tanah. Pemberian ini bertujuan untuk: a) menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan makanan alami ikan/udang seperti fitoplankton dan zooplankton, b) mendekomposisi kompos dan sisa bahan organik di dasar tambak menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana sehingga menekan kandungan amoniak dan gas berbahaya lainnya dan c) menekan pertumbuhan bakteri patogen. 2. Segera alirkan air setinggi 30 cm dan diamkan sekurang-kurangnya 7 hari agar terjadi proses dekomposisi dan perkembangan pakan alami dan plankton dengan tanda air berwarna hijau kecoklatan. 3. Untuk selanjutnya berikan bio MIKRO TAMBAK  setiap 2 minggu setelah tabur benih, dengan dosis 3L/ha sekali pemberian. Diperlukan 4 kali pemberian setelah tabur benih, sehingga sampai panen diperlukan 15L/ha. 4. Untuk Perawatan / Pembesaran : Cara penggunaan : Selama masa pendederan (4 minggu), diberikan dengan dosis 0,5 liter/ha per minggu, dimulai seminggu (7 hari) setelah pemindahan dari kolam Aklimatisasi (total pemberian 4 kali hingga benih di buyarkan). Setelah masa pendederan (dimulai seminggu setelah benih dibuyarkan) diberikan dosis : 1 Minggu - 4 Minggu 1liter/ha per minggu 5 Minggu - 8 Minggu 1,5liter/ha per minggu 9 Minggu - 1 Minggu sebelum panen 2liter/ha per minggu Penggantian air tambak dilakukan dengan melihat kualitas air tambak. Dari beberapa pengalaman, kualitas air tambak selalu terjaga bila dilakukan aerasi yang baik walau tanpa ada penggantian. Catatan : - Penyemprotan atau pemberian bio MIKRO TAMBAK dilakukan pada sore hari. - Total kebutuhan bio MIKRO TAMBAK untuk budidaya udang 15 liter.

0 komentar:

Poskan Komentar

Visitor